Posts

Showing posts with the label Puisi Tokoh

Terjemahan Puisi : Natalie Diaz - Puisi Cinta Pascakolonial

Natalie Diaz Puisi Cinta Pascakolonial Aku telah diajari bahwa batu kalsidoni bisa menyembuhkan gigitan ular, dapat menghentikan pendarahan - kebanyakan orang sudah lupa begitu perang berakhir. Perang berakhir tergantung perang yang mana yang kau maksud: yang telah kita mulai, yang sebelumnya, beribu tahun lalu dan setelahnya, yang memulakan aku, dimana aku kalah dan menang— dengan luka-luka yang selalu berkembang. Aku dibangun dari pamrih. Jadi kukobarkan cinta dan buruknya — selalu gelaran perang dari yang lain berderap melintasi malam di gurun untuk kilasan meriam bagi kulit pucatmu berdiam penuh dalam laguna perak dari asap pada dadamu. Dari kuda gelap aku turun, membungkuk pada kau disana, mengantarmu tarikan keras segala rasa hausku— aku belajar Minum dalam negeri tandus. Kita senang untuk menyakiti, meninggalkan aneka tanda ukuran bebatuan – tiap mestika dipoles oleh mulut-mulut kita. Aku, sekilasanmu, sesingkat rodamu berputar – hijau berbintik merah— batu-batu jasper dari kein...

Beberapa Puisi Terjemahan

Vladimir Mayakovsky Rasanya Mungkin Berbeda Seekor kuda melihat seekor unta lalu tertawa terbahak "Betapa aneh bentuk dari kuda itu!" Unta itu membalas: "Kau - seekor kuda? sama sekali tak mendekati! Kau seekor unta yang belum jadi, sepertinya." Hanya Tuhan, yang tentu Mahatahu, mengenali mereka sebagai mamalia dari jenis yang berbeda. 1929 Paavo Haavikko Kidung Bunga Memanggung pokok-pokok cemara; buah-buahnya berguguran tiada jeda; O kau, anak gadis penebang pohon, melangkah laksana ancala, betapa gusar dan betapa megah, dengar, kalau kau tak pernah dicinta, kalau aku tak pernah dicinta (kata-katamu terpahit saat kita berpisah), O dengarkan -- buah-buah cemara, menghujan ke atasmu dengan limpah, tanpa jeda, tanpa kasih. Nissim Ezekiel Malam Kalajengking...

Menyairkan, Menyiarkan.

Image
Menyairkan, Menyiarkan.   … Ada guguran salju di bukit-bukit itu! Dan seluruh diriku ada dalam genta-genta. Yang kelonengnya tak bisa menyelamatkan siapapun dari jurang! (Penjelajah, Osip Mandelstam, 1912) Saya menerima sebuah buku puisi berjudul "Bunga, Kupu-kupu, Mimpi dan Kerinduan" karya Wirja Taufan yang merangkum puisi-puisinya dengan bertanggal tahun 1983 sampai 2020. Hal ini mencerminkan sudah lumayan panjang laku kepenyairan yang telah ditempuhnya. Wirja Taufan, yang berdasarkan epilog yang ditulis oleh sastrawan Damiri Mahmud, juga pernah menggeluti profesi lain selain menyair yaitu penyiar radio (tepatnya RRI). Seorang penyair, seperti petikan puisi Osip Mandelstam yang saya kutip di atas, adalah benar sebagai seorang saksi zamannya. Ia hendak berbuat sesuatu untuk apa yang ia saksikan. Dalam puisi itu, tersirat bahwa ia sepenuhnya berada dalam genta dan membunyikan tanda bahaya (genta, bel). Meskipun ia juga sadar belum tentu hal itu bisa menyelamatkan seseorang. ...

Terjemahan Charles Bukowski "days like razors, nights full of rats"

Charles Bukowski Siangnya seperti Pisau Cukur, Malamnya Penuh Tikus sebagai seorang anak muda kubagi dua sama besar waktuku antara kedai minum dan perpustakaan; bagaimana aku mengatur cara memenuhi keperluanku yang lain ya itu lain soalan; pastinya aku tak terlalu ambil peduli -- kalau ada buku atau minuman aku tak pusing amat pada hal lain -- hanya orang bodoh yang ingin punya surga dunia. dalam kedai-kedai minum, aku pikir akulah jagoan, aku bisa hancurkan barang-barang, berkelahi, dan lainnya, kalau dalam perpustakaan lain hal tentu; aku pendiam, menjelajah satu ke lain ruangan, tidak terlalu suka menghabiskan seluruh isi buku-buku yang masuk dalam; kedokteran, geologi, sastra dan filsafat. psikologi, matematika, sejarah, hal-hal lainnya, jauhkan aku darinya. lain dengan musik aku lebih tertarik dengan musik dan dalam kehidupan pribadi para komposer alih-alih aspek tehnik... namun, dengan para filsuf itu aku merasa begitu akrab; Schopenhauer dan Nietzsc...

Beberapa Puisi Terjemahan

Charles Bukowski Seribu Dolar seluruh kepandaianku tentang pacuan kuda mengatakan bahwa ini taruhan yang pasti. Aku bertaruh seribu dolar untuk menang. kuda di posisi satu pada pacuan sepanjang 1,2 km. lonceng berbunyi dan kuda-kuda itu keluar dari pintunya. kudaku berbelok ke kiri berlari sepanjang pagar jatuh ia lalu mati di sana pada 7/5. saat kisah ini kuceritakan pada orang-orang mereka tak berkata apapun. kadang memang tak perlu berkata apa-apa tentang kematian. Diterjemahkan dengan bebas dari puisi "one thousand dollars" karya Charles Bukowski. Charles Bukowski Calon Anggota Dewan Di toilet laki-laki pada pacuan kuda anak ini kira-kira umur 7 atau 8 datang ke kios bersama seorang lelaki yang menunggui dia (sepertinya ia itu ayahnya) bertanya, "Kau ke manakan jadwal pacuan? Tadi kuberikan padamu untuk disimpan." "Tak," kata anak itu, "Aku tak melihatnya! Aku tak memegangnya!...

Puisi-Puisi Yevgeny Yevtushenko (1933 - 2017)

Yevgeny Yevtushenko Para Pewaris Stalin Diam itu pualam. Kaca pun berkilau kebisuan. Diam penjaga dalam tegaknya, terpapar embusan angin. Gumpalan asap tipis meliuk di atas peti mati. Dan napas menelusup celah saat mereka melepaskannya dari pintu makam. Pelan peti mati itu terangkat, melintas tegakan bayonet. Ia juga terdiam - kepalan tangannya yang dibalsam, hanya pura-pura mati, dari dalam mengamati. Ingin ia atur posisi pengusung jenazah dalam ingatannya: para pemuda yang dipilih dari Ryazan dan Kursk, supaya nanti bisa ia kumpulkan kekuatannya untuk memilih, bangkit dari dalam kubur, dan merengkuh para pemuda yang tak mencerminkan keadaan bangsanya. Sudah ia rencanakan. Hanya tidur sekejap. Dan aku, mohon pemerintah kita, bikin petisi ke mereka menggandakan, bahkan melipatkan tiga, para penjaga di pintu itu, dan mencegah Stalin bangkit lagi. Juga, masa lalu, bersama Stalin dulu. Aku tak mengatakan masa lalu, yang suci dan berjaya, dari Turksib, dan Magnitka,...

Mengenal Puisi Klasik Myanmar

U Kyin U Siput-Siput Laut Kalau sudah bertemu Kalau sudah melihat Kau baru percaya. Betapa aneh melihatnya Di lengkungnya tepi pantai Bergerombol siput-siput itu Putih, merah, kuning, dan biru Bergerak dan memamerkan dirinya Seperti deret peniti emas Atau koper-koper besi Sedang lainnya – jepit rambut peri Oh? Kelomang! Mengarah ke mari atau pergi ke sana Dan ke mana saja Sungguh pemandangan menarik Dengan meminjam Cangkang-cangkang kosong siput laut Lalu hidup di dalamnya Dan bergerak di dalamnya Sungguhlah aneh semua ini. U Kyin U Barisan Tentara Kita tak pernah takut pada apapun! Kita pemberani dan nekat Siap berkorban nyawa Dengan Parpahein berbaris ke kotaraja Hari ini adalah hari kemenangan. Pada tenda kami di belantara Menghijau ranting-ranting Bersemi kuncup bebunga; Manis terdengar seluruh suara Genderang dan gong melengking Pada keteduhan cahaya senja. Begitu kabut dan gemawan menyisih Kami hancurkan musuh tanpa jeri Zeyath...

Puisi-Puisi César Vallejo (1892 – 1938)

César Vallejo Batu Hitam pada Batu Putih Aku akan mati di Paris bersama hujan, suatu hari yang telah aku ingat. Aku akan mati di Paris - dan aku tak berkarat Mungkin suatu Kamis, seperti hari ini, di musim gugur. Pastinya Kamis, karena hari ini, Kamis, yang jemu mengatakan larik-larik ini, tulang lengan atas yang kuletakkan pada keburukan dan, tak seperti hari ini, aku telah bisa, dengan bermacam caraku sendiri, melihatku kesepian. César Vallejo telah mati, mereka memukulinya tanpa satu pun alasan kenapa mereka lakukan; bertubi-tubi mereka memukulinya dengan kayu berulangkali pula dengan tambang; mereka saksi pada hari Kamis dan sepotong tulang lengan atas, kesepian, hujan, dan jalanan... César Vallejo Paris, Oktober 1936 Dari semua ini, hanya aku yang pergi Dari bangku ini aku pergi, dari celanaku, Dari gempita situasi yang kupunya, dari perbuatanku dari nomorku yang menyisih dari satu ke lain sisi, Dari semua ini hanya aku yang pergi. Dari Champs ...

Sapardi dan Frost

Kalau tadi saya bandingkan Puisi Sapardi Djoko Damono dengan puisi Wyslawa Szymborska, di Kompas minggu lalu juga, Sapardi Damono Full "menjawab" puisi dari Robert Frost yang berjudul The Road Not Taken dengan puisinya berjudul Memilih Jalan. ======================================== Demikian puisi Sapardi; Memilih Jalan : Robert Frost /1/ Jalan kecil ini berujung di sebuah makam dan kau bertanya, “Kenapa tadi kita tidak jadi mengambil jalan yang satunya?” Tapi kenapa kau tidak bertanya, “Untunglah kita tidak mengambil jalan itu tadi”? Memang absurd, jalan ini kenapa ada ujungnya dan tidak menjulur saja terus-menerus sampai pada batas yang seharusnya juga tidak perlu ada. (Ternyata masih tetap ada yang berujung pada kalimat yang tampaknya memerlukan tanda tanya.) /2/ Kita mungkin keliru memilih jalan tapi itu sama sekali bukan salahmu. Akulah yang mengajakmu mengambil jalan ini sebab kupikir kota yang kita tuju terletak di ujung jalan yang kita l...

Sapardi dan Szymborska

Di Kompas minggu lalu, Sapardi Djoko Damono menjawab puisi A Funeral-nya Wyslawa Szymborska dengan puisi berjudul "Pulang dari Pemakaman Teman." ================================================ Ini puisi Wyzlawa Szymborska yang saya terjemahkan secara bebas;   Pemakaman "Sangat tiba-tiba. Siapa menyangka" "Sudah kuingatkan: bahaya merokok dan perasaan tertekan" "Lumayan, terimakasih" "Tebarkan bunga-bunga itu" "Saudaranya juga meninggal karena jantung. Keturunan, kali" "Astaga! Pangling aku! Kau jenggotan, sih!" "Deritanya sendiri. Bisnis-bisnisnya kacau" "Yang baru datang tadi kasih pidato. Gak kelihatan. Susah" "Kazek di Warsawa, Tadek di luar negeri" "Beruntungnya kau. Satu-satunya orang yang bawa payung" "Sudah terlambat tapi dia memang paling hebat" "Baska tak akan suka, ruangannya terhubung satu sama lain" "Jujur saja, penda...

Menerjemahkan secara Bebas Annus Mirabilis

Philip Larkin Annus Mirabilis Sexual intercourse began In nineteen sixty-three (which was rather late for me) - Between the end of the Chatterley ban And the Beatles’ first LP. Up to then there’d only been A sort of bargaining, A wrangle for the ring, A shame that started at sixteen And spread to everything. Then all at once the quarrel sank: Everyone felt the same, And every life became A brilliant breaking of the bank, A quite unlosable game. So life was never better than In nineteen sixty-three (Though just too late for me) - Between the end of the Chatterley ban And the Beatles’ first LP. Tahun Keajaiban Di tahun 1963, antara akhir pelarangan novel DH. Lawrence dan peluncuran perdana piringan hitam The Beatles, persenggamaan bebas mulai sering dilakukan (rasanya percuma, karena bagiku, itu sedikit terlalu lama ). Di sekitar itu, yang terjadi hanyalah semacam menawar dan mengalah, berdebat soal menikah, menjelang malam, ada pipi bersemu merah, e...

Terjemahan Bebas Sad Steps - Philip Larkin

Philip Larkin adalah seorang penyair yang saya suka. Ada banyak hal yang saya contoh dari dia semisal kesetiaannya bersanjak. Akan tetapi dia juga imajinatif. Salah satu puisinya yang saya terjemahkan secara bebas kali ini berjudul "Sad Steps" yang menceritakan suatu keadaan di suatu malam setelah medusin. Apakah dia mencekam seperti sajak Frost atau Poe? Rasanya tidak. Makanya saya sajikan untuk Anda. Sad Steps By Philip Larkin Groping back to bed after a piss I part thick curtains, and am startled by  The rapid clouds, the moon’s cleanliness. Four o’clock: wedge-shadowed gardens lie  Under a cavernous, a wind-picked sky.  There’s something laughable about this, The way the moon dashes through clouds that blow  Loosely as cannon-smoke to stand apart  (Stone-coloured light sharpening the roofs below) High and preposterous and separate—  Lozenge of love! Medallion of art! O wolves of memory! Immensements! No, One shivers slightly...

Ontologi Chang dan Eng, Si Kembar Siam

Cathy Park Hong   Ontologi Chang dan Eng, Si Kembar Siam Chang selesai bercakap / Eng telah menghentikannya. Chang melemparkan bola pantai / Eng menangkapnya. Chang melakukan kebohongan putih / Eng tertangkap telah berbohong. Chang lupa bahasa ibu / Eng telah memilih bahasa Inggris. Dalam menyurat, Chang merujuk mereka sebagai "saya" / Eng menulis "kami." Dalam sebuah kesaksian, penginjil bertanya pada Chang, "Setelah kematian, kamu tahu akan berada di mana?" Chang menjawab,"Ya. Ya. Di surga sana!" / Merasa mereka tak mengerti, penginjil bertanya lagi,"Kamu tahu akan berada di mana setelah mati?" Eng menjawab, "Ya. Ya. Di dalam tanah." Chang menikahi Adelaine / Eng menikahi saudari Adelaine, Sally. Chang bercinta dengan istrinya / Eng mimpi dalam tidur siangnya tentang uang, masa kecilnya sebagai anak-anak kembar siam, dan sepotong daging sapi panggang. Dia mencoba supaya mereka tak terganggu. Chang melihat arloji, m...

Siapapun Tinggal di Kota yang Bagaimanapun Cantik

Terjemahan bebas dari sajak E.E Cumming berjudul "Anyone Lived in a Pretty How Town. Siapapun Tinggal di Kota yang Bagaimanapun Cantik Siapapun tinggal di kota yang bagaimanapun cantik (dengan begitu banyak gema lonceng yang mengambang) musim semi musim panas musim gugur musim dingin dia telah bernyanyi tidak dia tidak bernyanyi dia menari ya dia menari Perempuan dan laki-laki (baik yang kecil dan mungil) saling mengasihi atau kelihatannya mungkin seperti itu mereka telah menabur apa yang tak mereka tabur dan menuai hal yang sama matahari bulan gemintang hujan Kanak-kanak menebak (tetapi hanya sedikit dari mereka dan lebih sedikit lagi mereka lupakan bersamaan mereka tumbuh musim gugur musim dingin musim semi musim panas) bahwa tak ada yang mencintainya lebih dan lebih lagi seperti saat sekarang ini dan sebatang pohon oleh daun dia tertawa dia gembira dia menangis dia sedih seperti burung oleh salju dan kekacauan oleh ketegaran sesiapapun yang ada tertuju se...