Posts

Showing posts with the label artikel

Kisah Pantekosta : Antara 2 Judul Film dan 2 Ekor Ayam Kampung

Dalam akhir pekan lalu, saya menonton dua buah film, yang pertama sebuah film berlatar imigran asal Korea yang berusaha mencari penghidupan yang layak di tanah impian Amerika berjudul Minari, dan film lainnya adalah sebuah film buatan Meksiko berjudul "Our Lady of San Juan, Four Centuries of Miracle" atau dalam bahasa aslinya "Virgen de San Juan, Cuatro Siglos de Miraclos." Kedua film itu mengetengahkan kemalangan, sebenarnya, disamping upaya manusia untuk meraih kebahagiaan. Minari mengisahkan kerja keras Jacob Yi yang memboyong keluarganya ke sebuah tanah pertanian yang dibeli dengan harga miring karena pemilik sebelumnya melakukan bunuh diri setelah mendapati betapa sulitnya bercocok tanam di lahannya. Jacob dengan rasa optimisnya merasa dengan logika berpikirnya bisa mengalahkan ketakutan untuk jatuh miskin dengan bercocok tanam meskipun ia harus berhutang pada bank demi mendapatkan modal bertani. Sedangkan film Our Lady of San Juan mengisahkan keyakinan keluarg...

Lidah dan Kebebasan

Aesop adalah sosok yang misterius, permulaan kisah tentang Aesop diceritakan oleh Herodotus beberapa ratus tahun setelah kematiannya, selain itu kisah tentangnya diceritakan juga oleh Aristoteles dan Plutarch. Namun ketiganya menceritakan bahwa Aesop adalah seorang budak yang pada akhirnya dibebaskan karena kepandaiannya. Aesop hidup sebagai budak dan mengalami siksaan dari majikannya, sehingga ia digambarkan sebagai budak dengan buruk muka. Keburukan fisik dari Aesop menimbulkan kisah lain yaitu kisah cinta antara Aesop yang buruk muka dengan Rhodophe yang cantik jelita, keduanya adalah budak dari seorang yang kemudian karena kecantikannya, Rhodophe dipersunting oleh seorang raja dari Mesir (Firaun / Pharaoh). Aesop disebutkan lahir di wilayah Asia sekitar tahun 620 SM dan kisah-kisah fabel karangannya dikumpulkan sekitar tahun 300 SM. Kisah yang paling terkenal adalah Serigala berbulu domba atau Rubah dengan anggur. Atau yang paling sering diajarkan adalah Lomba Lari Kelinci dan Kura...

Menyerahkan Keakuan untuk Menjernihkan Keadaan

Image
  Menyerahkan Keakuan untuk Menjernihkan Keadaan … Di sana di di gurun aku mati terbaring Sampai suara dari langit berdenging: “Bangkit O Nabi! Kehendak-Ku kerjakanlah, Kau kini telah menerima dan mendengarnya. Di darat dan di laut tanggunganmu penuh Dan membakar hati manusia dengan kalam-Ku.” (Sang Nabi, Alexander Pushkin) Dalam puisi Sang Nabi, karya Alexander Pushkin itu, disebutkan pada akhirnya nabi itu akan mati. Menihilkan diri. Menjadikan (kehendak) Tuhan yang menjadi. Seperti apapun kondisi yang menjadi latar kenapa zaman perlu disuarakan. Namun, peranan nabi itu tidak berhenti, meski ia sudah mati. Ia akan terus disebut dan diseret dalam pemikiran mereka yang membaca dan mengalami zaman (dan karya kenabiannya) itu. Sebutlah, semisal saat ini kita tengah menghadapi pagebluk, kita pasti teringat akan ketabahan Ayub. Tokoh dalam alkitab itu mengalami kenahasan luar biasa. Anak-anaknya baik laki-laki dan perempuan mati mendadak. Demikian pula ternak dan ladangnya pun hancur m...

Menjelajah Dunia Puisi Muammar Qadafi Muhajir

Image
  Menjelajah Dunia Puisi Muammar Qadafi Muhajir Dalam puisi Mati Pelan-pelan, karya Pablo Neruda ditulis; Siapa tak menjelajah, siapa tak membaca, siapa tak dengar musik, siapa tak temukan kasih dalam dirinya, ia mati pelan-pelan. Maka dengan kesadaran semacam ini, saya rasa, sebagai seorang pemuda, Muammar Qadafi Muhajir bertekun melakukan penjelajahan dan pembacaan akan banyak hal. Dari karya-karya sastra lama, hal-hal yang berhubungan dengan iman dan ibadat (sebagai seorang muslim), lingkungan dan adat setempat, sampai kata-kata di dalam kamus bahasa pun dijelajahnya untuk menghasilkan puisi-puisi yang terkumpul dalam buku puisi berjudul Kubah Sajadah Murhum, buku debutnya ini. Adalah Pustaka Kabanti yang disebut secara tersirat dalam satu puisi dalam buku ini menunjukkan tempat di mana Muammar ini bertumbuh kecintaannya akan sastra dan kabanti yaitu salah satu bentuk puisi tradisional yang panjang yang dibagi beberapa bait dan tiap baitnya berima sama pun dipelajari dan dibuat ...

Menyairkan, Menyiarkan.

Image
Menyairkan, Menyiarkan.   … Ada guguran salju di bukit-bukit itu! Dan seluruh diriku ada dalam genta-genta. Yang kelonengnya tak bisa menyelamatkan siapapun dari jurang! (Penjelajah, Osip Mandelstam, 1912) Saya menerima sebuah buku puisi berjudul "Bunga, Kupu-kupu, Mimpi dan Kerinduan" karya Wirja Taufan yang merangkum puisi-puisinya dengan bertanggal tahun 1983 sampai 2020. Hal ini mencerminkan sudah lumayan panjang laku kepenyairan yang telah ditempuhnya. Wirja Taufan, yang berdasarkan epilog yang ditulis oleh sastrawan Damiri Mahmud, juga pernah menggeluti profesi lain selain menyair yaitu penyiar radio (tepatnya RRI). Seorang penyair, seperti petikan puisi Osip Mandelstam yang saya kutip di atas, adalah benar sebagai seorang saksi zamannya. Ia hendak berbuat sesuatu untuk apa yang ia saksikan. Dalam puisi itu, tersirat bahwa ia sepenuhnya berada dalam genta dan membunyikan tanda bahaya (genta, bel). Meskipun ia juga sadar belum tentu hal itu bisa menyelamatkan seseorang. ...

Tentang Mapogo

Pada tahun 2006 sampai dengan 2012, terjadi kematian singa jantan baik besar atau kecil lebih dari 100 ekor di Afrika Selatan. Hal ini terjadi bukan karena maraknya perburuan liar ataupun kelaparan, melainkan karena aksi brutal dan sadis yang dilakukan oleh satu kelompok singa jantan yang disebut Mapogo. Kelompok yang hidup pada daerah bernama Sabi Sand di taman suaka margasatwa Kruger ini terdiri dari 5 ekor singa jantan yang berasal dari satu kelompok yang disebut Sparta, yang karena kalah saing dengan jantan alfa kemudian membentuk kelompok sendiri. Mereka terdiri dari Si Ekor Bengkok (disebut demikian karena ekornya mempunyai lekukan di ujung), Mr. T (karena rambut surai di kepalanya sedikit botak di kanan dan kiri, dan juga disebut sebagai Setan karena ia paling sadis ketika membunuh singa yang lain, termasuk melahap anak-anak singa), Si Ganteng (karena ia memang tampak lebih anggun dari yang lain), Rasta (karena ada sedikit rambutnya yang gimbal), dan Si Gimbal (karen...

Hoaks dalam Sastra

Bisa jadi, ketika Sergey Brin dan Larry Page bersama menciptakan mesin pencari Google dari kamar asramanya di California belum terpikirkan, betapa berjuta-juta informasi yang bisa didapatkan dengan mudah baik oleh siapa saja di dunia ini melalui gawai sekarang ini, banyak juga yang bersifat nir-fakta. Hoaks 1) , salah satunya. Dalam kamus etimologi, hoaks dinyatakan erat kaitannya dengan hocus-pocus , atau hocus pocas , nama yang biasa disematkan pada penghibur dalam seni pertunjukan, sehingga dalam hoaks ada dua unsur yang bisa disampaikan, yaitu sesuatu yang bersifat candaan atau olok-olok, dan lainnya adalah hal-hal yang tidak mengandung nilai kebenaran. Pada perkembangannya, hoaks dimaksudkan agar ada orang yang percaya apa yang ia terima itu adalah hal yang asli atau nyata, meskipun sebenarnya palsu. Dan supaya orang mudah untuk percaya, maka hoaks biasanya akan diembuskan pada masyarakat secara terus menerus. Seperti pernah dikatakan oleh Adolf Hitler 2) : “Kebohongan ...