Posts

Showing posts with the label esai

Akhirnya, Aku Punya Kisah untuk Kuceritakan Kepadamu

Image
Jika kau ibaratkan kesulitan dalam hidupmu seperti sekumpulan hyena yang datang menyerang saat kau sendirian, percayalah, hidup tidak semengerikan itu. Aku pernah melihat video tentang seekor singa muda yang gegabah mengembara lalu ia masuk ke dalam kawasan yang dihuni oleh segerombolan hyena. Singa, dalam keadaan itu, tetaplah seekor binatang yang ganas. Ia beberapa kali menyerang satu per satu hyena yang menyerbu dirinya. Para hyena itu tidak surut lantaran mereka tahu, singa itu hanya sendiri. Jika diserbu dari berbagai penjuru, ia akan kewalahan. Dan benar saja, singa muda itu mulai kelelahan dan beberapa ekor heyna sempat menggigit dirinya. Dalam keadaan terluka, singa muda itu semakin terdesak. Untunglah, dalam video yang aku lihat, datang seekor singa muda lainnya. Ia menolong singa muda yang terdesak itu dengan menggigit dan mencakar heyna-heyna yang tadi merasa sudah di atas angin. Melihat adanya bantuan, singa muda yang tadi terdesak pun mulai menunjukkan keberaniannya lagi u...

Kisah Pantekosta : Antara 2 Judul Film dan 2 Ekor Ayam Kampung

Dalam akhir pekan lalu, saya menonton dua buah film, yang pertama sebuah film berlatar imigran asal Korea yang berusaha mencari penghidupan yang layak di tanah impian Amerika berjudul Minari, dan film lainnya adalah sebuah film buatan Meksiko berjudul "Our Lady of San Juan, Four Centuries of Miracle" atau dalam bahasa aslinya "Virgen de San Juan, Cuatro Siglos de Miraclos." Kedua film itu mengetengahkan kemalangan, sebenarnya, disamping upaya manusia untuk meraih kebahagiaan. Minari mengisahkan kerja keras Jacob Yi yang memboyong keluarganya ke sebuah tanah pertanian yang dibeli dengan harga miring karena pemilik sebelumnya melakukan bunuh diri setelah mendapati betapa sulitnya bercocok tanam di lahannya. Jacob dengan rasa optimisnya merasa dengan logika berpikirnya bisa mengalahkan ketakutan untuk jatuh miskin dengan bercocok tanam meskipun ia harus berhutang pada bank demi mendapatkan modal bertani. Sedangkan film Our Lady of San Juan mengisahkan keyakinan keluarg...

Lidah dan Kebebasan

Aesop adalah sosok yang misterius, permulaan kisah tentang Aesop diceritakan oleh Herodotus beberapa ratus tahun setelah kematiannya, selain itu kisah tentangnya diceritakan juga oleh Aristoteles dan Plutarch. Namun ketiganya menceritakan bahwa Aesop adalah seorang budak yang pada akhirnya dibebaskan karena kepandaiannya. Aesop hidup sebagai budak dan mengalami siksaan dari majikannya, sehingga ia digambarkan sebagai budak dengan buruk muka. Keburukan fisik dari Aesop menimbulkan kisah lain yaitu kisah cinta antara Aesop yang buruk muka dengan Rhodophe yang cantik jelita, keduanya adalah budak dari seorang yang kemudian karena kecantikannya, Rhodophe dipersunting oleh seorang raja dari Mesir (Firaun / Pharaoh). Aesop disebutkan lahir di wilayah Asia sekitar tahun 620 SM dan kisah-kisah fabel karangannya dikumpulkan sekitar tahun 300 SM. Kisah yang paling terkenal adalah Serigala berbulu domba atau Rubah dengan anggur. Atau yang paling sering diajarkan adalah Lomba Lari Kelinci dan Kura...

Menyerahkan Keakuan untuk Menjernihkan Keadaan

Image
  Menyerahkan Keakuan untuk Menjernihkan Keadaan … Di sana di di gurun aku mati terbaring Sampai suara dari langit berdenging: “Bangkit O Nabi! Kehendak-Ku kerjakanlah, Kau kini telah menerima dan mendengarnya. Di darat dan di laut tanggunganmu penuh Dan membakar hati manusia dengan kalam-Ku.” (Sang Nabi, Alexander Pushkin) Dalam puisi Sang Nabi, karya Alexander Pushkin itu, disebutkan pada akhirnya nabi itu akan mati. Menihilkan diri. Menjadikan (kehendak) Tuhan yang menjadi. Seperti apapun kondisi yang menjadi latar kenapa zaman perlu disuarakan. Namun, peranan nabi itu tidak berhenti, meski ia sudah mati. Ia akan terus disebut dan diseret dalam pemikiran mereka yang membaca dan mengalami zaman (dan karya kenabiannya) itu. Sebutlah, semisal saat ini kita tengah menghadapi pagebluk, kita pasti teringat akan ketabahan Ayub. Tokoh dalam alkitab itu mengalami kenahasan luar biasa. Anak-anaknya baik laki-laki dan perempuan mati mendadak. Demikian pula ternak dan ladangnya pun hancur m...

Menjelajah Dunia Puisi Muammar Qadafi Muhajir

Image
  Menjelajah Dunia Puisi Muammar Qadafi Muhajir Dalam puisi Mati Pelan-pelan, karya Pablo Neruda ditulis; Siapa tak menjelajah, siapa tak membaca, siapa tak dengar musik, siapa tak temukan kasih dalam dirinya, ia mati pelan-pelan. Maka dengan kesadaran semacam ini, saya rasa, sebagai seorang pemuda, Muammar Qadafi Muhajir bertekun melakukan penjelajahan dan pembacaan akan banyak hal. Dari karya-karya sastra lama, hal-hal yang berhubungan dengan iman dan ibadat (sebagai seorang muslim), lingkungan dan adat setempat, sampai kata-kata di dalam kamus bahasa pun dijelajahnya untuk menghasilkan puisi-puisi yang terkumpul dalam buku puisi berjudul Kubah Sajadah Murhum, buku debutnya ini. Adalah Pustaka Kabanti yang disebut secara tersirat dalam satu puisi dalam buku ini menunjukkan tempat di mana Muammar ini bertumbuh kecintaannya akan sastra dan kabanti yaitu salah satu bentuk puisi tradisional yang panjang yang dibagi beberapa bait dan tiap baitnya berima sama pun dipelajari dan dibuat ...

Tentang Mapogo

Pada tahun 2006 sampai dengan 2012, terjadi kematian singa jantan baik besar atau kecil lebih dari 100 ekor di Afrika Selatan. Hal ini terjadi bukan karena maraknya perburuan liar ataupun kelaparan, melainkan karena aksi brutal dan sadis yang dilakukan oleh satu kelompok singa jantan yang disebut Mapogo. Kelompok yang hidup pada daerah bernama Sabi Sand di taman suaka margasatwa Kruger ini terdiri dari 5 ekor singa jantan yang berasal dari satu kelompok yang disebut Sparta, yang karena kalah saing dengan jantan alfa kemudian membentuk kelompok sendiri. Mereka terdiri dari Si Ekor Bengkok (disebut demikian karena ekornya mempunyai lekukan di ujung), Mr. T (karena rambut surai di kepalanya sedikit botak di kanan dan kiri, dan juga disebut sebagai Setan karena ia paling sadis ketika membunuh singa yang lain, termasuk melahap anak-anak singa), Si Ganteng (karena ia memang tampak lebih anggun dari yang lain), Rasta (karena ada sedikit rambutnya yang gimbal), dan Si Gimbal (karen...

Tentang Berproses

Image
Lukisan Henri Mattise, Landscape at Collioure (1905) Baru-baru ini, ada celetukan seorang teman yang sempat menjadi heboh karena anggapan adanya seleksi yang tidak benar dari sebuah penerbitan besar. Dari beberapa komentar terhadap celetukannya itu, saya mencermati banyak yang menganggap kenapa terjadi celetukan itu pasti karena ia merasa apa yang dihasilkannya sudah layak untuk dinikmati oleh kalangan yang lebih luas daripada pembaca karyanya sekarang ini. Dalam dunia tulis menulis khususnya puisi, memang saya sendiri mengalami keraguan yang besar mengenai puisi-puisi yang pernah dan akan saya tuliskan. Apakah mereka itu bisa disebut puisi yang mencerminkan karakter, pemikiran, zaman dan bahasa yang khas saya pribadi? Ataukah apa yang saya hasilkan masih dianggap hanya perikutan dari masa lampau dan usang? Dalam video business insider yang saya tonton pagi ini, dijelaskan mengapa sebuah seni lukis modern menjadi begitu mahal untuk sesuatu yang tampaknya gampang juga dila...

Hagar dan Kebangkitan Nasional

Image
Entah kenapa nama itu terlintas saat saya sedang menuliskan apresiasi untuk sekumpulan puisi dari tiga penyair. Nama itu terlintas saat terdengar azan salat zuhur berkumandang tadi. Hagar adalah nama budak milik Abraham yang atas saran Sara, istri Abraham, dijadikan pemenuhan keinginan Abraham agar mempunyai anak. Dengan keadaan ini, Hagar menjadi perempuan lain dalam rumah tangga Sara dan Abraham. Ini memang berbeda dengan cerita The World of The Marriage, drama korea yang konon pada episode terakhirnya mendapatkan rating tertinggi dalam sejarah pertelevisian di sana. Da Kyung merebut Tae Oh dari tangan Sun Woo, sementara Sara mengizinkan Hagar memasuki hidup Abraham. Di dunia lama saat itu, budak adalah milik. Konsekuensi tanpa diakui sebagai ibu dari anak Abraham, sudah jadi derita Hagar. Tinggal nanti bergantung pada keinginan Abraham terhadap Ismael ("Dengarlah Tuhan," arti namanya) apakah ia akan mengangkat putera dari keturunan budaknya itu sebagai anak ...

Hoaks dalam Sastra

Bisa jadi, ketika Sergey Brin dan Larry Page bersama menciptakan mesin pencari Google dari kamar asramanya di California belum terpikirkan, betapa berjuta-juta informasi yang bisa didapatkan dengan mudah baik oleh siapa saja di dunia ini melalui gawai sekarang ini, banyak juga yang bersifat nir-fakta. Hoaks 1) , salah satunya. Dalam kamus etimologi, hoaks dinyatakan erat kaitannya dengan hocus-pocus , atau hocus pocas , nama yang biasa disematkan pada penghibur dalam seni pertunjukan, sehingga dalam hoaks ada dua unsur yang bisa disampaikan, yaitu sesuatu yang bersifat candaan atau olok-olok, dan lainnya adalah hal-hal yang tidak mengandung nilai kebenaran. Pada perkembangannya, hoaks dimaksudkan agar ada orang yang percaya apa yang ia terima itu adalah hal yang asli atau nyata, meskipun sebenarnya palsu. Dan supaya orang mudah untuk percaya, maka hoaks biasanya akan diembuskan pada masyarakat secara terus menerus. Seperti pernah dikatakan oleh Adolf Hitler 2) : “Kebohongan ...