Posts

Showing posts with the label artikel tentang puisi

Menyerahkan Keakuan untuk Menjernihkan Keadaan

Image
  Menyerahkan Keakuan untuk Menjernihkan Keadaan … Di sana di di gurun aku mati terbaring Sampai suara dari langit berdenging: “Bangkit O Nabi! Kehendak-Ku kerjakanlah, Kau kini telah menerima dan mendengarnya. Di darat dan di laut tanggunganmu penuh Dan membakar hati manusia dengan kalam-Ku.” (Sang Nabi, Alexander Pushkin) Dalam puisi Sang Nabi, karya Alexander Pushkin itu, disebutkan pada akhirnya nabi itu akan mati. Menihilkan diri. Menjadikan (kehendak) Tuhan yang menjadi. Seperti apapun kondisi yang menjadi latar kenapa zaman perlu disuarakan. Namun, peranan nabi itu tidak berhenti, meski ia sudah mati. Ia akan terus disebut dan diseret dalam pemikiran mereka yang membaca dan mengalami zaman (dan karya kenabiannya) itu. Sebutlah, semisal saat ini kita tengah menghadapi pagebluk, kita pasti teringat akan ketabahan Ayub. Tokoh dalam alkitab itu mengalami kenahasan luar biasa. Anak-anaknya baik laki-laki dan perempuan mati mendadak. Demikian pula ternak dan ladangnya pun hancur m...

Menjelajah Dunia Puisi Muammar Qadafi Muhajir

Image
  Menjelajah Dunia Puisi Muammar Qadafi Muhajir Dalam puisi Mati Pelan-pelan, karya Pablo Neruda ditulis; Siapa tak menjelajah, siapa tak membaca, siapa tak dengar musik, siapa tak temukan kasih dalam dirinya, ia mati pelan-pelan. Maka dengan kesadaran semacam ini, saya rasa, sebagai seorang pemuda, Muammar Qadafi Muhajir bertekun melakukan penjelajahan dan pembacaan akan banyak hal. Dari karya-karya sastra lama, hal-hal yang berhubungan dengan iman dan ibadat (sebagai seorang muslim), lingkungan dan adat setempat, sampai kata-kata di dalam kamus bahasa pun dijelajahnya untuk menghasilkan puisi-puisi yang terkumpul dalam buku puisi berjudul Kubah Sajadah Murhum, buku debutnya ini. Adalah Pustaka Kabanti yang disebut secara tersirat dalam satu puisi dalam buku ini menunjukkan tempat di mana Muammar ini bertumbuh kecintaannya akan sastra dan kabanti yaitu salah satu bentuk puisi tradisional yang panjang yang dibagi beberapa bait dan tiap baitnya berima sama pun dipelajari dan dibuat ...

Menyairkan, Menyiarkan.

Image
Menyairkan, Menyiarkan.   … Ada guguran salju di bukit-bukit itu! Dan seluruh diriku ada dalam genta-genta. Yang kelonengnya tak bisa menyelamatkan siapapun dari jurang! (Penjelajah, Osip Mandelstam, 1912) Saya menerima sebuah buku puisi berjudul "Bunga, Kupu-kupu, Mimpi dan Kerinduan" karya Wirja Taufan yang merangkum puisi-puisinya dengan bertanggal tahun 1983 sampai 2020. Hal ini mencerminkan sudah lumayan panjang laku kepenyairan yang telah ditempuhnya. Wirja Taufan, yang berdasarkan epilog yang ditulis oleh sastrawan Damiri Mahmud, juga pernah menggeluti profesi lain selain menyair yaitu penyiar radio (tepatnya RRI). Seorang penyair, seperti petikan puisi Osip Mandelstam yang saya kutip di atas, adalah benar sebagai seorang saksi zamannya. Ia hendak berbuat sesuatu untuk apa yang ia saksikan. Dalam puisi itu, tersirat bahwa ia sepenuhnya berada dalam genta dan membunyikan tanda bahaya (genta, bel). Meskipun ia juga sadar belum tentu hal itu bisa menyelamatkan seseorang. ...

Hoaks dalam Sastra

Bisa jadi, ketika Sergey Brin dan Larry Page bersama menciptakan mesin pencari Google dari kamar asramanya di California belum terpikirkan, betapa berjuta-juta informasi yang bisa didapatkan dengan mudah baik oleh siapa saja di dunia ini melalui gawai sekarang ini, banyak juga yang bersifat nir-fakta. Hoaks 1) , salah satunya. Dalam kamus etimologi, hoaks dinyatakan erat kaitannya dengan hocus-pocus , atau hocus pocas , nama yang biasa disematkan pada penghibur dalam seni pertunjukan, sehingga dalam hoaks ada dua unsur yang bisa disampaikan, yaitu sesuatu yang bersifat candaan atau olok-olok, dan lainnya adalah hal-hal yang tidak mengandung nilai kebenaran. Pada perkembangannya, hoaks dimaksudkan agar ada orang yang percaya apa yang ia terima itu adalah hal yang asli atau nyata, meskipun sebenarnya palsu. Dan supaya orang mudah untuk percaya, maka hoaks biasanya akan diembuskan pada masyarakat secara terus menerus. Seperti pernah dikatakan oleh Adolf Hitler 2) : “Kebohongan ...

Togog Kosong Nyaring Duitnya

Sebuah Sindiran untuk genre Puisi Esai Indonesia   Pada tahun 1729 sampai dengan tahun 1731, Alexander Pope menuliskan esai filosofis dengan bentuk puisi, menggunakan kuplet dengan iambik pentameter. Esai berbentuk puisi itu berjudul An Essay of A Man. Terdiri dari empat epistel (bagian) di mana yang pertama mengulas hubungan antara manusia dengan semesta, yang ke dua mengulas manusia berbicara mengenai dirinya sendiri sebagai mahluk individual, yang ke tiga mengulas hubungan antara manusia dengan lingkungannya (manusia sebagai mahluk sosial) dan yang terakhir adalah pertanyaan-pertanyaan potensial bagi manusia mengenai kebahagiaan. Tulisan itu dipublikasikan tahun 1733 – 1734, dan mendapatkan penghargaan luar biasa dari beberapa tokoh seperti Voltaire, Rouseau, bahkan Emanuel Kant. Inilah pertama kalinya sebuah esai ditulis dalam wujud puisi.   Menurut pengertian Thomas Gray, tulisan semacam itu dikelompokkan ke dalam satu jenis yang diberi nama puisi esai. Penjela...

Zabidi "Zay Lawanglangit" Menulis Catatan untuk Buku Puisiku "Berlatih Solmisasi"

Image
Sebuah telaah kecil dari BERLATIH SOLMISASI Kumpulan puisi Dedy Tri Riyadi Oleh Zabidi Zay lawanglangit Pembaca sekalian, “Berlatih Solmisasi” demikian Dedy Tri Riyadi melabeli buku antologi puisinya. Sebuah judul antologi puisi yang menggelitik, mengajak pembacanya pada sebuah perspektif berbeda. Seperti yang dia paparkan di pengantar bukunya : “puisi-puisi itu ditulis menggunakan metrum dan guru lagu seperti penulisan tembang-tembang gede, madya dan macapat. Dengan harapan puisi tersebut bisa ditembangkan”. Kemudian lanjutnya : “ketika menggagas puisi ini, saya berangkat dari sebuah pengertian bahwa hidup yang sesungguhnya hanyalah suara-suara yang berada dan terdengar di sekitar kita.” Sebelum masuk lebih jauh ke tubuh puisi-puisi dalam buku ini, saya paparkan sebuah deskripsi tentang musik. Secara ringkas bisa dituliskan: “Musik adalah salah satu wujud manifestasi suara alam semesta. Musik juga merupakan gerbang menuju kesadaran. Musik men...