Posts

Sebuah Kantor di Kota Kecil

Seolah menunggu percakapan yang tak kunjung tiba, dari meja itu, dia memandang lurus ke luar jendela. Di mana atap gedung di seberang jalan seperti dunia yang berbeda, di bawah langit yang enggan menyala. "Di sini, semua benda dianggap budaya post colonial dan cahaya selalu memanjangkan bayangannya." Dia tak mengeluh pada teman kerja yang hampir tak menyentuh dirinya. Di lantai tiga, dia merasa dekat dengan kepak burung dara. "Bagaimana caranya agar merasa bahagia, Tuan Karyawan?" Perang selalu terjadi, meski dalam diri. Aku tak pernah mampu menghindari hanya dengan merasa sepi. Di sebuah kantor di kota kecil ini, sepi mudah sekali dijumpai. Dan dia tidak sendiri. 2014

Liburan Penyair

Sekali waktu, aku libur jadi penyair. Menyaru sebutir apel, tapi pisau sepi membelahku. Aku jadi kupu-kupu, Sepi jadi ulat masa lalu. Ada baiknya aku jadi biji saja. Eh, sialan! Ada lalat menghisap-hisap sisa manisku. Kukemas diriku jadi kanvas. Pucat putih itu. 2014

Jangan Dengarkan

Jika kesiut angin saja terdengar merdu, terlebih gesa langkahmu menyambutku. Jika goyang daun saja begitu syahdu, jelas tak ada nada yang pantas bagi rentang lenganmu. Jika sekalian alam seperti memuji, tak pantas lagi berseru - Aku! 2014

Bagaimana Kau Membuat Tokoh Utamamu Menderita dalam Ceritamu itu?

Aku bayangkan dia sebatang pohon. Mungkin pohon yang meranggas, atau pohon di tepian danau yang akarnya hendak lepas. Aku hidupkan dia seperti daun ditiup angin. Seolah dia ingin ke barat, tapi angin menerbangkannya ke selatan. Aku matikan dia tidak di medan peperangan, tapi di sisi ranjang. Di mana setiap malam berbulan-bulan sebelumnya dia hanya ingin meneriakkan namamu. Tapi tak bisa. 2014

Dari Atas Bukit

Aku ingin ajak kau naik ke bukit. Ke tempat angin menaikkan lengan awan, yang akan menuntunmu pada pemandangan langit saat bulan mulai terbit. Aku ingin kau saksikan dari atas bukit, padang dan telaga yang mengirimkan kabar tentang seorang gembala dan ternaknya. Dari atas bukit, kau bisa mengingat ketabahan yang digantung semalaman, sebelum akhirnya diusung ke dalam lubang. Sementara aku mengingat betapa percakapan sebenarnya upaya sepi memperpanjang derita. Dan ketika kita melihat ke bawah sana, kita sama-sama merasa sangat terbebani oleh kesedihan. 2014

Episode Kelahiran

Telah diruncingkan cemara dan angin, dinyalakan pula bintang dan padang. Telah ditekurkan segala yang teruk, dan ditelurkan yang lurus itu. Aku nyala api, dekat kaki ternak, mencari apa yang tak mampu kubakar sebagai doa. 2014

Andai Kata

Andai kata-kata tak cukup menampung Engkau kukembangkan beragam puisi untuk menangisi 2014