Sedikit terbuka dia pada bagian dada hingga tak sedikit mata menaruh harap darinya agar segera dibebaskannya kata-kata dari mereka yang meniup-niup kepala, meletup-letupkan isi dada dan mencari makna cuaca yang tak tercatat oleh jam tua. Banyak yang ingin bersandar di pangkuannya, kembali menjadi anak-anak, kembali memahami setiap kabar dengan bijak agar ketika ada yang melaju, menuju akhir perjalanan, seakan ada yang harus dikekalkannya; rambut ikal yang urung diudar, juga hal-hal yang batal diujar, seperti sebuah sapaan. Sederhana saja. 2008
Jika kau ibaratkan kesulitan dalam hidupmu seperti sekumpulan hyena yang datang menyerang saat kau sendirian, percayalah, hidup tidak semengerikan itu. Aku pernah melihat video tentang seekor singa muda yang gegabah mengembara lalu ia masuk ke dalam kawasan yang dihuni oleh segerombolan hyena. Singa, dalam keadaan itu, tetaplah seekor binatang yang ganas. Ia beberapa kali menyerang satu per satu hyena yang menyerbu dirinya. Para hyena itu tidak surut lantaran mereka tahu, singa itu hanya sendiri. Jika diserbu dari berbagai penjuru, ia akan kewalahan. Dan benar saja, singa muda itu mulai kelelahan dan beberapa ekor heyna sempat menggigit dirinya. Dalam keadaan terluka, singa muda itu semakin terdesak. Untunglah, dalam video yang aku lihat, datang seekor singa muda lainnya. Ia menolong singa muda yang terdesak itu dengan menggigit dan mencakar heyna-heyna yang tadi merasa sudah di atas angin. Melihat adanya bantuan, singa muda yang tadi terdesak pun mulai menunjukkan keberaniannya lagi u...
Diberkatilah caping dan matahari, karena mereka buat aku mengerti begitu teduh harapan meski selalu setia panas bersinar. Mereka mengajarkan aku sesuatu yang padu padan dan yang berlawanan, tetapi bisa berada bersama di padang terbuka. Diberkatilah cangkul, lumpur sawah, dan rumput. Mereka yang memberi pengertian bahwa hidup itu senantiasa bergumul, berserah, dan tak menyerah meski pada maut. Diberkati juga embun dan sungai. Supaya kami belajar menerima yang sedikit seperti titik-titik air di atas daun, dan disadarkan bahwa tak ada padas yang tak bisa jadi batu paras, sepanjang kita terus menggerus. Diberkatilah lenguh dan embik ternak itu, juga cicit anak burung dalam sarang. Karena mereka semua menyadarkan aku bahwa kata-kata haruslah disuarakan dengan bijak, bukan keluh, jerit, dan teriak semata. Diberkati pula Pak Kades, Carik, Modin, dan Kamituwo, lewat mereka, aku belajar tertib untuk dipimpin. Seperti setiap menjelang magrib, serombongan itik atau kambing juga sapi dituntun gemb...
Comments