Posts

Showing posts from March, 2017

Chant of Lotus

Image
Karena kau cahaya, ia merupa warna dari putih sampai nila. Lewat kolam kelam dan lebar lembar kesadaran ia panggul panggilanmu -- Bangun, kau api unggun! Bagi ia sebunga, kau lingkar mekar mandala. Sejak matamu berpijar, dunia duduk gemetar, menahan tabah tahunan -- Sulur syukur sari lumpur. 2017

Imago

Wajah siapa sungguh hendak kaucari? Di sini, ia mengada pada sesama. Ke manapun kau hendak pergi, ia terlihat dalam aneka rupa & warna. Di pasar, ia baru saja meletakkan sekantung besar barang belanja. Dekat jembatan, ia berbincang -- buah-buahan tinggal pisang. Ia berkacamata, mengenakan tudung putih. Di warung, ia muncul dengan rambut digelung. Di bawah payung, ia nenek pedagang sayur, tawarkan : cabai, tomat, bahan salad. Kalau kau telah mengerti, wajahnya selalu bisa kautemukan di mana saja, walau tak seperti wajahnya pada masa lalu atau nanti, pada suatu perjumpaan paling pribadi hanya denganmu. 2017

Menjelang ke Gili

Hidup selalu perkara pergi atau kembali -- meski senantiasa kepadanya kau diberi dua pilihan: perahu cepat atau yang lambat. Seperti menjelang ke Gili, kau pun tak jenak menanti. Seperti ombak yang membawa pecahan karang ke tepi, berkali-kali. Di atas perahu, kau bisa memandang: hidup adalah soal ketenangan dalam menghadapi gelombang. Seorang anak muntah, dan yang lain pura-pura tak melihat. Namun waktu adalah soal meninggalkan atau menuju -- yang pada keduanya, kau selalu mencari sebuah arti. Meski hanya soal melihat ikan-ikan kecil diberi roti. 2017