Posts

Showing posts from July, 2013

Ketika Kita Berciuman

Bagaimana bisa aku bayangkan lautan, atau rindu ombak pada dinding kapal
Karena kau, putih bulan. Timbul tenggelam dalam siasat awan yang tak pernah kuhafal.

Seperti tirai, aku hanya melambai. Pada kenangan, atau pada pudarnya warna hiasan pintu
Agar kau tak berpaling karena malu, dan melepas sepasang sepatumu buru-buru

lalu duduk melamun di dalam kamarmu, memikirkan lantai yang pualam,
malam yang terang, dan suara kematian itu pekik atau debam?


Bagaimana jika aku menjelma saja sebagai buku? Kau tentu setuju. Buku selalu menipu
tapi kau tak pernah ragu untuk membawanya pulang, seolah dia kucing belang abu-abu

yang baru saja bisa membebaskanmu dari memasang perangkap tikus
di bawah bangku. Lihatlah! Lidahnya bergerak terus menerus.

Seolah ada darah dan rasa haus mendebur seperti pada sebuah pelabuhan
di mana seseorang seperti kita, duduk dan terluka melihat kapal-kapal di kejauhan.

Karena kau, putih bulan. Rambut yang tersanggul dan tajam tatapan
Sedang bibir ini; mencit rakus remah da…

Rindu Daun

Rindu belum padam
Sayup nyanyian balam
Di daun, embun menetes pelan

Rindu masih nyala
Sinar matahari senja
Ada yang terlepas dari tangkai,

berderai ke misalan lara

2013

Balada Rapunzel

Panjatlah menara ini dengan rambutku, bahkan tak apa jika terinjak pula kepalaku.
Menara ini terlalu angkuh, jika kubiarkan dia memenjarakanku seorang diri. Ada baiknya ku undang kau - kubagi separuh.
Jangan kuatirkan - nenek tua yang suka mengutuk, menyihir. Mengira bisa begitu mudah membuatmu terkejut dan kuatir.
Sampai-sampai kau percaya: dunia dicipta dari sekumpulan air.
Aku tahu; kau pelaut, bukan penakut. Dan aku - kehendak yang tak mudah surut.
Dunia bagiku tinggi dan kerucut, seperti menara dengan atapnya itu. Yang dari jendelanya, kau bisa melihat: betapa jauh kau telah bersampan, betapa dekat sebuah kejatuhan.
Semua tergantung pada apa yang kita ikat. Dan jika kau tak hendak memanjat, aku cukup puas melihatmu lewat. Serupa penjaga mercu, hatiku gembira hanya dengan melihat bendera kapal. Selanjutnya, aku kembali merajut, atau memintal.
Supaya nenek tua penggerutu itu percaya: aku penurut dan tak berdaya, di dunia penuh bahaya.
Padahal, bisa saja kau itu Orfeus. Yang petika…

Potret Penyair Tak Sebagai Tukang Reparasi

Jika aku nanti mati, tak ingin kau mengenangku sebagai tukang reparasi.
Yang dinding ruang kerjanya tergantung beragam alat seperti; gerinda,
aneka kunci pas, gergaji, obeng, martil, atau bahkan roda gir. Sementara
di meja, ketam penahan ditempatkan begitu rupa mirip telepon saja.
Ya. Benda itu memang satu-satunya yang dapat memantapkan sesuatu
ketika hendak diputar sekrupnya. Seperti sebuah telepon yang memastikan:
rindu yang kau punya masih terjaga, saat aku menyapamu.

Barangkali - memang - sepanjang hidupku ramai orang datang,
menginginkan perbaikan aneka barang; mesin cuci, roda gerobak yang
mulai miring, traktor yang mogok, atau bahkan sekedar pohon tumbang
sehabis hujan. Tapi sungguh, aku tak ingin kau mengenangku seperti itu.

Karena cinta - tentu saja - bukan barang pabrikan, juga tanaman yang
salah diletakkan. Dia tidak akan pernah rusak dan lekang. Hanya di tangan
para pedagang, penyamun, dan pengemis, cinta dikemas dan dipoles ulang
untuk disalah-artikan. Aku kekasihmu. Cuk…

Penerbangan

Di depan, sebelah kanan, dari jendela kulihat mendung berjatuhan jadi hujan yang mengguyur laut. Aku cemas jika hujan itu terus berjalan ke kotamu, yang kutinggalkan. Aku tak sanggup jika harus membayangkan: kau berjalan menangis dan diiringi hujan yang lebat setelah perpisahan kita.
Di atas, melampaui dengung kencang dalam kabin pesawat, aku yakin ada banyak awan putih dan cerah cahaya matahari. Aku lebih suka jika kau memandang perpisahan seperti mengenang hal-hal yang manis dan yang magis dari apa yang kita sepakati sebagai cinta.
Dan pelan-pelan, tanpa menghiraukan hujan, aku membawa serta seluruh pemandangan di kotamu; bukit-bukit batu, pokok-pokok perdu, bangunan yang berwarna merah juga yang pucat, menara jingga dan hotel tua, terlebih berbentang-bentang pematang sawah, karena
seperti cinta, kotamu telah menyesatkan dan memusatkan seluruh perhatianku kepadamu.
2013