Monday, October 27, 2014

Ketika Engkau Datang

Ketika Engkau Datang

"Dunia, sebenarnya, yang ke dalamnya
dia datang dalam waktu-waktu ini,
tampak sederhana saja."
                    Jon Anderson


Lebih tinggi dari pucuk piramida, kegelisahanku
memuncak dan tak juga reda. Bunga-bunga rumput
diudar ke udara. Tubuh buruk tanpa busana.

Lebih kusam dari jendela kamar, harapanku
gambar kapal karam di kejauhan. Jejak masai
angin badai. Seluruh hal yang akan disesal.

Namun kali ini, seperti dalam waktu yang
dihembuskan demikian kencang, aku harus
tetap tenang. Menjaga setiap kata, kalimat,
dan bangun puisi ini dalam harmoni.

Supaya ketika engkau datang, akan kau
dapatkan: aku tegak dan selalu rimbun
selama menanti. Selama hidup ini

tak sekedar rupa dan bunyi.

2014

Lihatlah Aku

Lihatlah Aku

"Hanya bagaimana cara
—bukan kapan atau di mana,
bahkan bukan apa—
kau melihatnya."

           Lenore Horowitz

Di bumi ini, waktu kuat namun licin, seketat jadwal
kunjungan di mausoleum Ho Chi Minh. Tak bakal sempat
kita bergunjing - tubuh lilin itu, benar dia atau orang lain.

Karena itu, aku meminta dengan sangat kepadamu;
Cukup lihatlah aku! Lihat bagaimana aku berdiri, menggeliat,
bahkan akrobat dan tak henti berlari seperti gemawan

yang gesit berkelit di langit. Aku tak mau menuntutmu
memberi hal-hal ajaib dan superlatif dari cinta. Sebab
segalanya akan berkurang kadarnya seiring waktu.

Cukup lihatlah aku, kali ini. Sebagai kata-kata dalam puisi
yang berdiri seperti petugas jaga dari jalan, alun-alun, dan
bekas istana di kota ini. Mengawal perjalananmu supaya

tetap berbahagia.

2014
Google