Posts

Dalam Waktu

Dalam Waktu

Dalam waktu, kita bertengkar dan berkelakar.
Waktu, aula besar sebuah pasar.
Ada yang menjajakan harapan, ada yang menggelar kesedihan. Ada pula yang mempertunjukkan kebodohan.
Sepasang kekasih janji bertemu dalam waktu.
Mereka melepas kerinduan ke luar dari ruang waktu.
Waktu, selasar panjang menujumu. Masih maukah
kau bersabar menunggu

Hidup Bagimu

Tak mengalir pada glasir keramik dingin.
Tak menguap dari puncak panas genting.

Ia jatuh hanya jika kau ingin menyeduh
seteko teh melati di suatu pagi.

Ia semacam isyarat biduk bakal mendarat
di Ararat. Arah jalan menyimpang orang
saleh dari Niniwe. Lembut bagai tembuni
budak laki-laki dari Habsyi.

Ia yang kepadamu di suatu petang,
kumandangkan, "Mari meraih kemenangan!"

Tak nampakkah bagimu yang serupa
surga di bawah bayang pedang itu?

2018

Jangan Teruskan Membaca...

Jangan Teruskan Membaca
Jika Tak Tega, Sebab Raja ini
Hendak Membelah Seorang Bayi



Kebenaran semacam apa yang
ingin kauketahui di dunia ini?


Di sebelah sana, ada ibu yang menangis.
Sedang di sisi lain, seorang ibu sinis,
"Ah, dia hanya pura-pura. Itu anak saya!"

Apakah kebenaran harus selalu
ditegakkan dengan cara mencabut

pedang dan mengancam-ancam?

"Baiklah," titah Raja, "biar kubelah dua saja
bayi ini!" Sampai seorang ibu makin keras
menangis dan mengiba, "Biarlah, Paduka,

anak itu serahkan saja sama dia!" Sedang
ibu yang satunya berseru bahagia, "Paduka
sungguh adil jika begitu. Setiap dari kami

akan beroleh sebagian yang sama."

2018

Raja yang Hendak Mangkat...

Raja yang Hendak Mangkat
itu Ingin Sekali Memberi Berkat
pada Anak Sulungnya, Namun
Justru Anak dari Selir Tercinta
Mengelabuinya dengan Membalutkan
Kulit Domba pada Kedua Lengannya



Nasib bisa diubah, bukan?

Seperti Yunus bertolak berlayar,
tapi tidak ke Niniwe. Seperti Yesus
membiarkan Yudas pergi sebelum
selesai perjamuan malam itu. Seperti

seolah sajak ini dikaitkan pada kisah
para suci, tapi sebenarnya ingin sekali
kau mendengar satu versi kebenaranmu
sendiri: bahwa dalam sajak, penulis berhak

membiarkan pembaca tak menemu apa-apa
selain kisah yang ingin mereka karang
kembali setelah membacanya, dan pembaca

juga punya hak membiarkan penulisnya
tak terlacak jejaknya, terhilang, dan mati,
bahkan menyesali -- mengapa perlu sajak ini
dituliskannya. Seperti Harun membiarkan

patung emas anak sapi. Seperti Samson menaruh
percaya begitu saja pada Delilah tercinta. Seperti
Absalom mengundang para nabi pada acara

penobatannya sendiri, meski ia tahu
benar -- nasib bisa diubah.

2018

Raja yang Baru Dilantik itu ... (2)

Raja yang Baru Dilantik itu
Mematikan Lampu Minyak
Saat Anaknya Masuk Untuk
Bicara Urusan Keluarga,
Alasannya, "Minyak Lampu
ini Dibeli Dengan Uang Negara."


Agar sampai maksudmu, kau
cukup memperdengarkan suara.
Tak payah menyimak kerut di
jidatku, alis yang perlahan naik,
atau bentuk bibir semakin maju.

Mata kita tak pernah terlatih meneliti
dari mana lahirnya kata. Karena itu,
iman datang justru dari pendengaran
belaka. Seperti pada suatu malam,

Musa merasa begitu heran pada
sebentuk semak yang menyala.
Namun ia berserah sebegitu
menghamba, saat mendengar firman

: Akulah Dia.

2018

Raja yang Baru Dilantik itu...

Raja yang Baru Dilantik itu
Malam-malam Memanggul
Sekantung Gandum agar
Ibu dan Anak-anaknya Tak
Lagi Memasak Batu


Tentu, ia menghindari tatapanmu,
agar kau mengira -- ada lelaki kasar,
berbadan besar, terlambat pulang
dari pasar, lalu masuk kampung kumuh
pada malam penuh keluh, dengan karung
di punggung, mungkin berisi jagung, atau
hasil seharian memulung.

Namun kau justru merasa ganjil,
merasa terpanggil jadi saksi sebuah aksi
lalu segera kau undang teman-teman,
saudara semua, agar tak melewatkan
satu malam istimewa di mana harapan
sebaik-baiknya bisa saja hanya memastikan
masih ada yang bisa dimakan saat sarapan.

2018

Kau Ingin Meminjam Mata ...

Kau Ingin Meminjam Mata
dari Matahari tapi Hari Masih
Dini dan Malam Belum Ingin
Melepaskanmu dari Mimpi



Padahal kau ingin menerangi
jalan gelap itu. Jalan yang diam-
diam menyesatkanmu dan
menunjukkan seseorang mirip
denganmu sedang duduk uncang
kaki dan menyanyi, "Di timur, Matahari..."


2018