Monday, July 27, 2015

Sajak Cinta


Aku telah mencintaimu lebih dari embun turun ke atas daun.
Yang bahasanya basah dan inginnya tetap dingin.

Aku akan menjagaimu lebih dari tangkai dan kelopak pada bunga.
Supaya kau tetap terangkai dan tegak sebagaimana mestinya.

Aku terus merindukanmu meski bunga dan daun gugur.
Dan mendoakanmu dengan mata basah dan suara tumpur.

2015

Wednesday, July 22, 2015

Ada Saatnya Aku Menghilang


Ada saatnya aku menghilang. Seperti jeda
pada kalimat, atau semacam penekanan nada bicara
yang tak mungkin dituliskan. Saat itu, kau tak perlu
menghiraukanku.

Kali lain aku datang. Menjadi tanda
seru pada akhir tulisan. Dan kau menduga
ada yang patut untuk diperhatikan. Seperti peluru
hendak dilepaskan itu.

Aku tembok kota. Warna cerah grafiti itu. Wajah
dengan ukuran besar. Bisa juga lampu atau marka
dekat perempatan. Mata kucing di samping gardu
jalan bebas hambatan. Saat kau melintasiku,

bisa saja kau tak akan memperhatikanku. Ada
saatnya aku menghilang dari pikiranmu. Semacam
penglihatan semu atau ingatan suatu
kejadian yang tiba-tiba datang. Aku

bagimu adalah déjà vu.
.

2015
Google