Thursday, May 26, 2016

Kentrung


Dulu pantun, rebana dan timlung.
Bukan ukulele, tapi cerita yang tak sepele.
Dulu ia berjalan di pantai utara.
Dari Tuban sampai Semarang. Berhari-hari
diterangkan matahari. Supaya hatimu
mau memberi. Tidak, dia tidak bercanda.
Meski yang kau dengar serupa irama.
Jangan sebut dangdut. Karena langkah
sekarang, tak seringan hari yang kalut.
Hari yang sering kau sebut.

2016

Tuesday, May 10, 2016

Intaglio


Dia menyakiti tubuhmu, tapi tidak
pikiranmu. Kau tetap sehat dan beranak
dan memenuhi bidang gambar.

Dia menjadikan sejarah hitam,
tapi memuliakan kehidupan. Kau jenak
berpindah ladang. Memanen ubi

dan kentang. Mencabut sehelai
daun dan menjumput uban. Kau tergelak
dan membayangkan Tuhan ikut tertawa.

2016
Google