Monday, August 25, 2014

Aku Akan Mengkhianatimu



Aku akan mengkhianatimu, dengan tiga buah apel
yang masih tergantung di pohon itu, karena sepasang
kekasih yang akhirnya pergi, hanya sempat memetik satu.

Aku akan mengkhianatimu, dengan seekor ayam betina
yang terpana, karena ayam jantan itu berkokok menyadarkan
murid Kristus yang bersumpah setia.

Aku akan mengkhianatimu, semenjak sajak hanya
berisi kata-kata cinta dan rindu, sementara kau adalah
duka Sang Bapa dan aku bukan seseorang yang begitu

mudah menggerutu.

2014

Monday, August 11, 2014

Mendefinisi Ulang Keseimbangan



Mendefinisi Ulang Keseimbangan

Panggil aku pokok jeruk atau sebutan-sebutan lain
yang buruk. Barangkali di suatu musim kau akan merasa
memerlukanku. Merasa ingin memelukku.

Karena buah-buahku bernas dan segar menggemaskan.
Karena apa yang kupelihara di antara daun dan cabang itu
sungguh membuatmu merasa dahaga.

Ketika aku pergi, kau mungkin merasa aku bagian dari padang
petualangan. Rusa jantan yang tanduknya begitu gagah dan
suaranya lantang menantang sesiapa saja. Tapi aku kelinci,
lincah bersembunyi. Jadi, harapanmu adalah kekecewaan sejati.

Di sini, tak ada kata-kata yang disusun rapi. Di sini, aku
tengah mendefinisi ulang keseimbangan. Meletakkan
sebuah musim kecoklatan di rambutmu yang ikal.

Mengekalkan dugaan yang berloncatan
seperti apel di tangan Adam.

2014
Google