Friday, October 24, 2014

Jangan Dengarkan Aku

Jangan Dengarkan Aku

"Dengarlah aku seperti seseorang
menyimak bunyi hujan," Octavio Paz


Mataku: buta masa lalu. Topi penambang
di dalam kelam. Yang kutemukan hanya
sepotong tubuhmu - lorong panjang paling kering.

Tanganku: doa bisu. Bunga tak kembang,
tanpa jambangan. Yang kuraba perasaan bahagia
sekaligus bayang baju - warna kuning kurang jernih.

Abaikanlah suaraku: bulu unggas hiasan
kepala. Yang tak menyentuh siapa-siapa.
Tak ada harapan di sana - terkulai seperti

bekas linggis dan garu. Kau tak akan
temukan pecah benih salju.

2014

Perangkap

Perangkap

"Ikutilah aku. Jangan mengikutiku.
Aku akan bicara hal-hal semacam itu,
dan maksudku keduanya." Stephen Dunn


Kegelisahanku gergasi penangkap peri. Dengan perangkap
kupu-kupu di tangannya. Ingin menyekap aku dalam dunianya.

Tentu, aku tak mau menyerah. Aku peri pemarah.
Kukutuki langit warna dadu, juga tanah semu tembaga.

Kadang aku kalah. Masuk ke dalam perangkap mereka.
Tunduk dan hanya bisa memandang: wajah tak ramah.

Kadang aku terbang tinggi. Membuat mereka melompat
dan berlari. Membuat awan kalang kabut dalam gerak kalut.

Aku tahu rahasia - ini yang ingin kusampaikan padamu:
Jemari gergasi itu demikian gemuk, hingga tak bisa menjumput

tubuh kata yang begitu mungil. Tujuh peri kecil
yang tumbuh dari pikiranku tentangmu.

2014
Google