Tuesday, January 27, 2015

Anjing di Atas Pasir

: Wayan Sadha

Berkali-kali aku hadir
dalam wujud seekor anjing.
Di pantaimu aku mengembara,
di pasir-pasir itu aku digambarkan.


Aku janji, tak akan menggigit
sesiapa. Hanya sekali-kali menyalak
mengingatkanmu akan kehadiranku.
Menggenapkan janji seorang satria
akan dharma dan hukum karma.

Seperti di kisah tua, di samping Yudhistira
sebelum mencapai nirwana.
Aku akan terus terjaga dan menjagaimu
dari rupa-rupa malapetaka. Seperti
puisi: bening dan murni memuaskan
keingintahuanmu akan bahasa ---
sesuatu yang kelak diteruskan
dari masa ke masa.

Berkali-kali, aku menyalak.
Mengingatkan bahwa kehadiranmu
di dunia hanya sementara.

Sedangkan aku tetaplah
seekor anjing di atas pasir
di pantaimu.

Di hari-harimu yang penuh
gambar.

2015

Sonat Magicae

Bagimu, yang berkesiut dari lembah
dan menyentuh punggung leher adalah
isyarat betapa aku begitu tabah
tak ingin menghentikan atau mencegah
perjalanan yang kau mulai di pagi ini.
Semoga.


Bagiku, bunyi pintu yang perlahan dibuka
dan yang terdengar berikutnya adalah doa
yang harus kuucapkan demi keselamatan juga
kesehatan untukmu sepanjang udara
dihembuskan, sedalam isi hati ini.
Begitu adanya.

2015
Google