Yogyakarta, 2007

Kerak kopi di cangkir petani
adalah puisi yang tak terbeli
hanya cerita mistis purba
terbayang di dinding kota

sepi pun terhembus dari wajah bulan
ada yang tergoda oleh kenangan
luka yang sama, perih yang nyata
nyanyian riang gembira

“ramai kaki limaaaaa…*”
jalanan menjadi tubuh terbuka
yang dihiasi berbagai cerita

penyair memanen peristiwa tanpa suara
lalu ditunjukkannya lagi sebuah luka
mungkin luka baru, tapi bisa saja yang lama

2007
* petikan syair lagu "Yogyakarta" KLA Project

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya