Batong, 06.40


Ia memanjangkan leher
pada pisaumu. Menjenjangkan
kaki pada lekuk lubang itu.
Sungguh, sia-sia perlawanan
jika hidup hanya bangun dan
tertidur kembali. Cinta bukan
sekadar matahari pagi. Ia ingin
masuk dan menemu matanya
yang teramat tajam. Terjerumus
dalam jebakan tubuh yang terus
meluluskan lurus benang harapan
dari lubang jarum itu.


2017

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Joko Pinurbo: Seperti Bermain Bola, Hidup itu Bertekun dan Riang