Sajak Stasiun

/1/

Di stasiun kereta
rindu terjalin
rangkaian mimpi
penarik nafas jiwa resah
jauh sebelum sebuah perjalanan
yang tak pernah diam

selalu saja begitu

/2/

Rindu dan mimpi
terangkai jadi cerita
di tiap gerbong kehidupan

Pada akhir perjalanan
semua disapukan
di kening malam

Di atas selembar koran
Kita mulai mencari
dimana kata yang tak pernah tetap
selalu saja hinggap
di tiap dekap

/3/

Di sini, tumpukan resah
selalu lambaikan tangan
pada jiwa kembara

Ada harap yang penuh
pada satu arah tatap
saat kereta memasuki stasiun

"Diakah yang dinanti?"

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya