Seni Mendengarkan #1

Mendengarkanmu mengeluh seperti menuruni bukit terjauh
Lepas dari dekap kabut hutan dan lembab lembut dedaunan

Lantas bertanya dalam diri: Apakah arti berlari?
Selain mengejar sesuatu yang kelak jatuh
Yang akan terlepas dari rengkuh

Mendengarkanmu mengeluh seakan mempersiapkan upacara suci,
di mana kita sendiri adalah korban, sekaligus api
yang kelak mengabukannya

Lalu ada doa dan puja-puji: kepada Tuhan
Dia yang telah menjadikan waktu
Dan kita yang seolah diperangkapNya

Dan kita hanya bisa mengeluarkan sebentuk suara:
yang bergema sendiri di dalam dada

2012

Comments

Anonymous said…
Nice puisi..
Check this out
bagus puisinya yah... selamat dan sukses

From: Agen Keripik Malang
Email:anekakeripikmalang@gmail.com
Website:http://anekakeripikmalang.com

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya