Pelajaran Mengenai Politik

Pelajaran Mengenai Politik

Perhatikanlah politik baik-baik. Dia seumpama
ular tua di pohon abadi. Katanya, tak ada yang lebih baik
daripada berpolitik itu sendiri. Dari lidahnya, ada pangkal bicara
mengenai kebaikan. Tapi di ujungnya, sangat tergantung dari
siapa dan bagaimana kebaikan itu akan dijatuhkan.

Perhatikan geriknya yang lentik. Dia penari sempurna
di panggung kebahagiaan. Tak ada musuh sejati, seperti
tak ada kawan yang rela mati. Jubahnya adalah rahasia
yang berkelebat di setiap kesempatan. Pada lengannya terbalik
tanda-tanda, maknanya tergantung dari sebelah mana kaupandang.

Aku suka takut dengan suara sepatunya. Sebaiknya
kau juga begitu. Ada perasaan diburu-buru, semacam dihantui
dengan cara seksama, selama-lamanya. Kau tak bisa
menerka ke arah mana dia berlari atau menghampiri
sebab semua arah berada dalam jangkauannya.

Dia tak ke mana-mana tapi bisa di mana saja.
Dia tak terarah dan bisa berada di sisi
sesiapa yang ingin dikuasainya. Dia bicara angka-angka,
kemungkinan dan kekalahan, tapi itu hanya berlaku bagi
yang akan jadi korbannya semata. Tinggal

kita jadi pemirsa dan pendengar apa saja
yang ingin ditampilkan sebagai berita atau mimpi
yang membuyarkan kita dari harapan akan sebuah
negeri yang dipenuhi orang-orang saling
berempati dan bertanya: sudahkah kau lupakan

masa lalu dan masalahmu hari ini?

2015

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya