Mayat Kata

Rapat malam hari bikin aku lelah, hingga merasa harus tetirah,
Pergi ke tempat sepi, tak dijangkau kacau persiapan presentasi.


Tapi aku nyasar ke kuburan, tempat sunyi dan menakutkan.
Ada hantu kenangan tertawa di pucuk-pucuk kemboja.

Hei, ‘ngapain menyepi di sini. Atau kau sudah ingin mati?

Aku ingin menggali makam kata, mengambil mayat kata,
membangkitkannya, dan memberinya bermacam makna.

Sebelum subuh, benih-benih sajak di tanganku mulai tumbuh.

2007

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya