Potret

: Zabidi

Kau berjalan, melintasi waktu, tak dibatasi
dinding ruang itu (ada yang seolah-olah lekang,
tapi kusentuh - ada yang membekas di situ!)

Jejakmu bayang-bayang panjang, tak terekam
mata kenangan yang terus memburu arah cahaya
(sebab berkali-kali ada yang meraung, tapi
kau tetap tegar bermenung)

Dalam bingkai warna kayu yang pudar, sesuatu
tampak lebih samar dari apa yang disebut dengan
benar (mungkin itulah sebabnya, kita terpaksa
mengingatnya dengan kerut di jidat menua).

Hanya mataku ini, bisa terpaku pada sebuah
tanda: suatu ketika kita pernah bersama
dan berbagi kata-kata.

Ah! Aku mengenang jalan itu.
Jalan di mana kau berlalu saat
matahari lingsir, dan kita mencoba
mangkir dari apa yang sama-sama
kita sebut sebagai hidup.


Sejak itu, selalu ada yang berjalan
menjejakkan langkah dalam sebuah
potret masa lalu.

2012

Comments

Aku Tilarso said…
Mas, Dedy bisa saya membeli langsung "Sepasang Sepatu Sendiri Dalam Hujan" via Sampeyan langsung, biar ada tanda tangannya hehe
Dedy Tri Riyadi said…
boleh mas ...alamat kirimnya ?
Aku Tilarso said…
Tilarso
Toko Obat Makmur Jaya
ITC Mangga Dua, Lt. Dasar, blok E1 no.85
Jl Mangga Dua Raya, Jakarta 14430

Telp: 085219885125

Berapa harganya dan kemana mesti saya transfer uangnya, Mas? sms aja ke nomor hapeku ya , mas

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Joko Pinurbo: Seperti Bermain Bola, Hidup itu Bertekun dan Riang