Stand Up Comedy

Stand Up Comedy

Dua pohon, kiri dan kanan, kegembiraan dan sakit
yang tertahan di satu bidang. Kau berdiri di depannya,
dekat sebuah meja.

Seekor burung, hitam dan putih bulunya, cara pandang
atas masalah yang ada. Kau berdiri di depannya,
dekat sebuah meja.

Delapan siput sawah, waktu yang merambat dari bawah,
menuju sebuah upacara. Kau berdiri di dekatnya,
di depan sebuah meja.

Katamu,"Duhai burung pemurung, jangan kepakkan
sayapmu. Dan kau, siput-siput, melangkahlah dengan
lembut. Supaya tak berontak apa yang kupegang,
tak jatuh yang kususun berurut."

Dua pohon, kiri dan kanan, di belakangmu,
di belakang meja itu, saling berbisik dengan bahasa
yang baru akan kau pahami;

"Jika kau mengubah posisi berdiri,
 ada kesedihan yang akan dimulai."

2014

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Joko Pinurbo: Seperti Bermain Bola, Hidup itu Bertekun dan Riang