Lelaki yang menanti

Tergumam sejumlah kata
yang dipahat pada sebuah nisan tua
"Di sini telah dibaringkan
segala keinginan yang tersisa
dari ratusan angan di kepala"

Lelaki itu kemudian diam
seluruh bunyi pun diredam
seperti sebuah penantian
yang luruh dalam pusaran jaman

Lelaki itu sedang menanti
Bunyi apa lagi hendak dilantunkan
Dikeluarkan patahan tulang
lalu dipukul pelan

"Diam lah yang sudah diam,
jangan pernah bicara dendam"

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Joko Pinurbo: Seperti Bermain Bola, Hidup itu Bertekun dan Riang