Yang Menghilang dari Sebuah Bingkai Foto

Kemarin, menjadi baru pada lintas ingatan.
Seperti saat kau melangkah pulang,
sedang aku masih memandang bulan.
Apakah ini bukan suatu kebetulan, Tuan?

Sebenarnya kita ini pecinta malam.
Pada siang panas, langkah kita begitu gegas
dan senja kita nikmati terlalu lekas.

Lalu di pagi seperti ini, ada saja yang
menghilang. Sekedar embun tak berkas
di rimbunnya kenangan atau memang
tak cukup waktu bagimu menangkap
sebuah kesia-siaan.

Maka kekallah siluet malam
menyempurnakan kehidupan.
Terang di dalam kenangan.

Yang menjadi mimpiku, jika malam tiba
: aku lah debu menempel di sudut fotomu.


2007

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Joko Pinurbo: Seperti Bermain Bola, Hidup itu Bertekun dan Riang