Percakapan di Ubud
di antara teriak kanak mengoyak hening malai kuning padi,
agar nampak sendu bebatang pinus yang meremang
pada ombak rambutmu dan riak-riak sungai mengalun begitu lembut
karena di hatiku, ada yang tengah bergelut
Bicaralah kau dalam lincah tangan bocah bermain layang-layang,
supaya yang luput dari genggaman kita senantiasa berhembus
seperti para peziarah yang tak merasa gerah
walau seharian di dalam bis dan kau terabadikan sementara
dalam kamera digital bagai tubuh sintal para penari itu
Jika kau sedang tak ingin bicara,
dengarkanlah suara-suara malam
sebab ada bulan renta yang hampir tenggelam
bergayut di antara percakapan kita
Comments