Panoramio Serayu

Kota telah hilang, jauh di belakang hamparan sawah
dan rimbun rumpun bambu. Hanya sinyal telepon genggam
mengingatkan betapa cepat dan dekat
sebuah perpisahan.

Sungai mengekalkan warna langit yang bisu,
seolah baru saja pulang; luka perang seorang serdadu.

Saat seperti ini, aku ingin mengingat Tuhan.
Tapi biarlah Dia bermegah saja! Sebab di sepanjang Serayu,
perahu penambang pasir tak hendak mengarah ke hilir.

2011

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya