Sebelum Kita Tertidur


Kau memulai dongeng malam ini dengan
pertanyaan,"Sudahkah kau mencuci tangan?"
Aku jadi teringat Pilatus. Dia yang mencuci
tangannya sambil berkata, "Itu urusan kamu sendiri!"

Sebelum kita tertidur, selalu saja ada cerita

bahwa tubuh seperti rumah ibadah di mana
kita tak boleh meniagakan atau menganggapnya
tempat sampah. Dan kau menyanggah,"Mengapa
di lengan kirimu kau rajah simbol derita?"

Bagiku, tidur dan mimpi hanyalah cerita 

yang tercipta dari derita sepanjang hari,
dan sedang kau menganggap semuanya
sebagai harapan akan hal-hal baik, yang belum terjadi.

Karena itu, kau akan mengamini kalimat
di setiap akhir doa yang kita panjatkan
bersama sebelum mata kita merapat
lalu mengalirlah cerita tentang malam

di sebuah taman, di dekat sebatang pohon, di mana
Kristus berdoa dan berpeluh, sementara murid-muridnya
tertidur, sedangkan Ia sudah berkata,"Berjaga-jagalah!"

Sebab tidur adalah berjaga, dari kemungkinan
mimpi buruk. Dari hal yang kita rasakan begitu teruk.
Maka sebelum kita tertidur, kukatakan
apa yang kupikirkan sebagai cinta, teruntuk
kau saja. Ya. Kau saja.

2013

Comments

Irham Kusuma said…
Bagus puisi2nya mas Dedi... kunjungi blog saya jika ada waktu mas irhamkusuma.blogspot.com
Dedy Tri Riyadi said…
Terimakasih. Pasti saya kunjungi ...

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya