Peristiwa Di Depan Istana

Yang didahagakan para denawa dan Rahwana adalah
juga yang kita cintai dari hal-hal yang nyata, Kekasihku.

Dan jika dengan air dan debu, Engkau masih ragu,
biarlah kunyalakan tungku. Api adalah apa yang
menuntaskan, juga memuaskan.

Kepadanya, segala yang indah tak sepenuhnya musnah,
hanya mengabu, mengembalikan pada senyawa-senyawa
sederhana. Memecah-mecahkannya ke udara.

Dan akhirnya, Kekasihku, yang terlihat
adalah hakikatku. Muasal dari semisal
bahan aku dibentuk.

Hm..Hanya mungkin
tak kau lihat
yang menyublim itu!

2011

Comments

Usup Supriyadi said…
apakah peristiwa di depan istana itu
lantas dibicarakan di dalamnya?

o. betapa!

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Joko Pinurbo: Seperti Bermain Bola, Hidup itu Bertekun dan Riang