Jika Ini Permainan Sederhana


Lakukanlah dengan jenaka: menyusun
tiga buah delima dalam laci, dan menulis
pesan "diselesaikan dalam berapa tahun"
pada secarik kertas kecil dalam dua baris


kata-kata. Lalu sebuah delima lagi kau letakkan
di atas meja. Di samping buah kenari, kerang,
dan bunga rumput. Ini semua tentang perjalanan
di dalam hidupmu, bukan? Sesuatu yang kau kenang

selama bertahun-tahun. Seperti burung hantu
di dalam hatimu yang berkukuk-kukuk setiap malam,
menjelang kau hendak nyenyak tidur. Itu
semacam kunci dan gembok yang diletakkan

berdampingan pada sebuah tembok. Di dalam
kamarmu yang kelabu. Jika ini permainan sederhana,
tentu kau akan mudah melakukannya. Mungkin satu jam
sudah kau selesaikan. Mungkin kau melakukan sambil tertawa,

tapi kulihat kau menangis. Seperti ada susunan
tak simetris. Dan berulangkali kau merombaknya,
menyusunnya, merombaknya lagi. Berulang-ulang
begitu. Dan air matamu terus mengalir. Seolah tengah

menyusun baris-baris dalam puisi yang tak habis-habis
kau pikir: ini akan kulakukan dalam berapa tahun lagi?

2015

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya