Ramadan Pada Sebuah Puisi

Sungguh, pada setangkai lidi yang naik turun
di permukaan mushaf terdengar suara dia
yang memanggil namamu. Dia yang sudah
lama terdiam seperti beduk tua yang murung,
kehilangan lincah penalunya yang juga semakin
renta. Sungguh, pada lentik jari-jari yang
membalik halaman terbaca keremajaan
yang pernah singgah, menggelar sajadah, dan
mendengar khotbah sebelum bersiap menalu
beduk di pojok surau untuk menghimbau-himbau.

2007

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya