Menunggu

Meja dan kursi erat cengkeram pantat
dan pundak. "Pasrahkanlah kepalamu,
dunia masih jauh dari kiamat.
Dan kami terlalu lama menunggu."

Padahal aku sedang menulis sajak
tentang kamar dengan bau parfum
dan seekor kucing yang jinak,
dan seseorang yang sedang merenung.

Dari kamar ini, aku mengajak meja,
kursi dan seseorang yang ada
di kepalaku, istirahat di kamar itu.
Menunggumu.

2008

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya