Potret Seorang Penjaga Loket
Gedung Bioskop


Yang dipikirkan: selembar tiket telah
terlebih dulu jadi pintu ke ruang pertunjukan,
mengantar tubuh-tubuh itu ke dunia
yang sebelumnya tiada.

Jadi dia selalu ingin memastikan:
yang tadi datang, akan pulang
ke dunia yang sekarang.

Dunia yang mengurungnya
dengan jendela berlubang
dan sebuah meja panjang
bersama penantian.

Walau deretan poster
di ruang tunggu selalu
berusaha menipu.

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya