Sajak Sabun Mandi

Kaujatuhkan bacin
yang paling tubuh
ke licin kulit
paling lilin itu.

Kupunguti wangi
yang begitu merayu
di setiap lekuk dan lecur

agar ruap setiap bentuk,
agar harap segenap kujur.

Dan di segar tetesan terakhir,
kau menyala dengan api
yang paling dingin.

2010

Comments

anonym said…
sajak yang bagus........

kalo punya jiwa seni, apa aja bisa di jadiin bahan...

salam kenal bro..
Dedy Tri Riyadi said…
salam kenal juga ...
daynie said…
gokil..
apapun bisa jadi inspirasi berkarya.. saya salut mas..

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Joko Pinurbo: Seperti Bermain Bola, Hidup itu Bertekun dan Riang