Pigura


Kesepian seperti angin menitip
debu di pigura. Sekarib pura-pura
melekat pada kenangan.
Tak mengarah pada cerah, tak
juga menemu kabut abu-abu.

Baik kau maupun aku adalah
lukisan. Luka sebaik-baiknya
kiasan. Walau cacat, walau buruk,
tetap terlihat, tak akan jadi remuk.

Hanya cahaya pagi
seperti membagi perhatian.
Ada yang mempertegas ingatan,
dan ada yang menggegas
kealpaan.

2015

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya