Setelah Kejadian Ke Empat Belas


Dia mendaku telah mendaki bukit,
dan memberi sejumlah rasa sakit
pada para penistanya. Dan kepadamu
dia tak lagi meminta roti dan anggur

: namun memohon agar ketiga
budaknya bisa beroleh harta,
rampasan dari para raja.

Kau memberinya berkat dan doa,
seperti mengurapi yang sakit kusta.
"Ini sebuah rahasia, meski kau telah
tua, keturunanmu bakal melimpah."

Dia tidak begitu saja percaya, diambil
seekor lembu betina, domba jantan, kambing
betina, seekor tekukur dan anakan merpati,
tapi - kegelapan ganjil segera tampil.

Kau memberinya penglihatan dan suara
kepedihan. "Empat ratus tahun lamanya
keturunanmu menjadi asing dengan tanahnya,
dan mereka menderita oleh bangsa liyan."

Dia telah melihat kematian sebelum
diperjalankan. Sebuah lahan terbentang
di antara dua sungai besar, yang dikuasai
sepuluh kaum yang saling membenci.

2016

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Joko Pinurbo: Seperti Bermain Bola, Hidup itu Bertekun dan Riang