Mengelak Dari Bahaya

Yang kita percayai adalah yang membuat kita kuat - katamu
di suatu pagi yang menyayat. Padahal angin dan hujan membuat
aku sibuk menguras air yang masuk dari selokan. Sementara banjir
membawa bangkai tikus, yang mengambang dan nampak seperti
janji temu yang hampir dibatalkan itu.

Di kamar, setumpuk buku begitu beku. Ada banyak yang belum terbaca
dari antara kata-kata orang bijak yang seolah-olah lugu. Apa yang mesti
kupercayai saat semua seolah memperdayaiku?

Tapi pertanyaanku lagi-lagi dijawab dengan iklan kopi:
Bongkar! Bongkar! Bongkar! Almari doyong sekali digerus banjir.
Di dinding, seekor cicak berlari, seperti hendak mencari alamat
tersembunyi dari jam dinding yang terus bertanya
- Siapa bisa mengalahkan waktu?
Waktu yang mengalahkan segalanya.
Menyatakan yang salah sebenar-benarnya.

Aku sekali lagi hampir percaya
- pada sajak, kita mengelak dari bahaya.
Membelok ke arah cahaya.

2013

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya