Mencuci Rambut, Memaki Kemelut

: TSP

Keramas ternyata sudah jadi jalan pintas,
tak lagi sekedar ritual mengguyur air
pada rambut ikal dengan bergegas,
menggusur kelumur, menggosok
kulit kepala agar bebas dari debu
dan minyak atau gel rambut murahan.

Hingga setiap pagi
ada yang berebut
pergi ke perigi
: saling mendahului.

Keramas adalah pintu pelepasan
yang dicurahkan dengan sengaja,
dimurahkan karena tak banyak biaya,
hanya satu saset syampu yang cocok
untuk kulit kepala dan rambutmu.

Sehabis keramas, ada saja yang
menatap gemas. Apakah karena
kini kau tak lagi memaki kemelut,
atau sibuk keringkan rambut
: mengacuhkannya.

2008

Comments

Malaikat Kecil said…
mencuci rambut
memaki kemelut

membaca puisi yang so cute

;-)

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya