Dialog Malam

Barangkali sajakmu terlalu sunyi, hingga bulan
dan malam tak lagi hangat kelopaknya. Ada bulir
hujan yang kering dan dedaunan hanya sampah
di halaman. Dan kau, penyairku, ke mana entah

Barangkali tanganmu terlalu mungil, sahutnya,
sebab bulan itu tinggi dan malam adalah sianghari
bagi satpam dan pencuri. Hujan sudah tidak indah,
dan sampah, bukankah ia tanda kehidupan
sesungguhnya? Aku, kata penyair itu malu-malu,
memang sebaiknya sudah mati

2008

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Joko Pinurbo: Seperti Bermain Bola, Hidup itu Bertekun dan Riang