Narsis ...

Seorang Narcisus bisa dikatakan seorang yang tergila-gila pada bayangannya sendiri. Sehingga dia tidak mengindahkan orang lain. Lewat kaca air di sebuah sungai dia menyadari akan "kecantikan" dirinya. Namun, kali ini saya hanya ingin mempromosikan buku saya - tepatnya bertiga bersama Maulana Achmad dan Inez Dikara - yang sudah terbit Mei 2008 lalu (meskipun baru terima bulan Agustus, hingga salah menulis bulan cetak di promo terdahulu).

Buku ini, Sepasang Sepatu Sendiri Dalam Hujan, mendapat kehormatan untuk bertarung bersama buku-buku lain seperti : Otobiografi - Saut Situmorang (mengundurkan diri), Pandora - Oka Rusmini,Teman-Temanku Dari Atap Bahasa - Afrizal Malna, Atau Ngit Cari Agar - SCB, Aku Hendak Pindah Rumah - M. Aan Mansyur, Demonstran Sexy - Binhad Nurrohmat, Jantung Lebah Ratu - Nirwan Dewanto, Orgasmaya - Hasan Aspahani, dan Sajak-Sajak Menjelang Tidur - Wendoko dalam kancah Khatulistiwa Literary Award 2008.

Sebagai salah satu penulisnya, saya bisa berbangga hati bersanding dan bertanding dengan mereka, walaupun tidak dengan arti harfiah bahwa karya saya layak bertanding dengan karya SCB, Afrizal, dan mereka-mereka yang selama ini saya anggap guru dalam penulisan puisi seperti Hasan Aspahani dan Aan Mansyur. Sebab hanya dengan dinominasikan dalam shortlist ini saya sudah sangat bersyukur bahwa buku kami itu mendapat apresiasi yang cukup baik dari kalangan pembaca.

Sebaliknya, dari sisi penjualan buku kami ini masih mengalami kendala karena belum terdistribusi dengan baik di toko-toko buku di daerah (Gramedia Yogya dan Bandung pun tidak ada, mohon maaf). Maka jika, ada yang ingin membaca dapat memesan pada saya langsung dengan harga Rp. 22.000,- (sudah diskon Rp. 5.ooo,-) . Pengiriman akan saya lakukan via Pos biasa / reguler.

Jadi ini bukan soal narsis atau tidak, hanya jualan ...

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Joko Pinurbo: Seperti Bermain Bola, Hidup itu Bertekun dan Riang