Yang Kekal di Antara Kita

Jika kau lalu, aku adalah waktu menunggu, seperti pintu telah terbuka
dan terbuang anak kuncinya, atau bahkan tak bisa ditutup lagi. Pencuri
dan perampok pesta pora menjarah sepiku, anjing dan kucing berak
di ruang mimpi. Aku jadi sarang hantu

Di buram jendela, bisa kaujumpai sederet pesan: Datanglah segera sayang,
sajak-sajak sudah terhidang. Kapankah kau pulang, ini tubuh semakin subuh.
Aku makin dingin, Dinda, tapi kenapa kenangan ini terlalu membara? Aku
adalah ranjang dengan sajak sebagai seseorang yang menanti matahari
esokhari, sila hampiri


Jika kau waktu, yang kekal di antara kita hanyalah sebuah pintu
: tempat sajak itu datang dan berlalu

2008

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya