Seputaran Puisi #3

Ada lagi yang bertanya dengan muka serius sekali sampai saya agak takut untuk menjawabnya; "Ajarkan saya menuliskan sebuah puisi..." Saya menatap buku-buku kumpulan puisi yang dipegangnya. Ada beberapa. Lalu saya balik bertanya,"Sudah selesai membaca buku-buku itu?" Dia menjawab,"Sudah!" Lagi-lagi dengan mimik muka yang serius. Jawab saya,"Anggaplah puisi-puisi dalam buku-buku itu semacam surat yang ditujukan kepadamu. Buatlah balasan-balasannya."

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya