Satire dalam Dua Puluh Lima Gram Ceri Asam


Mungkin bosan mandi air garam,
seekor camar membawa dua buah ceri
di paruhnya.

Mungkin terkejut atau heran,
terbanglah tiga ekor kolibri
di dekat mata.

Mungkin cuma sampai enam,
di atas selembar tisu, tangkai dan biji
ceri dilekatkan.

Memilih baju kuning tua,
dengan pita merah di dada,
duduk miring tak menghadap meja.

Memikirkan bakal seperti apa
bunga di jambangan, sementara
tak penuh airnya.

Dua puluh lima gram ceri asam,
disebar begitu saja, di atas meja.
Dunia - setidaknya dua jenis burung

dan satu jenis tanaman,
dan kau yang begitu belia -
dirangkum dalam sebuah renung:

dongeng apa yang bisa dimulakan
dari laut dan berakhir pada
sebuah kamar berwarna biru terung.

2013

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya