Sepuluh

Sepuluh

Jika hidup adalah gelombang besar,
akankah kau memilih berjaga di dermaga?

Seperti dia, aku pun tak hendak dirayu
Sebab mengucap seolah mengembus busa sabun
yang mudah pecah di udara.

Lebih baik jadi bintang laut
Dia mati ketika laut surut saja.

Aku tak mau mati sebagai ikan,
lihatlah seekor kucing kuning menunggu.
Tak juga aku hendak mematut diri
dengan pakaian penari.

Tapi aku akan bergembira
seperti jarum jam di atas kamar mandi
Dia tak menghitung berapa lama
kau di dalam sana, dia hanya mencari makna
atas angka-angka yang seperti umur bayi
beranjak remaja.

Jika hidup adalah gelombang besar,
bangunkan aku segera.
Jauhkan aku dari jendela.

Bawalah ke luasan padang.
Ke luasan kata-kata yang dihidang
dari lautan dan ikan-ikan.

2013

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya