Percakapan Argometer

Tak ada yang pernah bertanya : kenapa supir taksi senantiasa
terlihat gembira? Hingga suatu ketika aku terpana, sebab katanya:
"Tubuh ini hanya sebuah alamat yang harus segera dituju."

Juga sepertinya tak ada yang peduli : bagaimana bisa kota
melahirkan ribuan taksi? Lalu menelantarkan begitu rupa,
hingga mereka sibuk mencari penumpang seperti aku.

'Selamat malam, Penumpang. Kemana akan kaubawa
kita menggelandang?' Taksi itu menepi dan menyapa.
"Aku ingin bertemu Ibu. Dan kurasa kau sudah tahu."

2007

Comments

NN said…
bagus sebagai bahan perenungan

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya