Selamat Pulang

Sepertinya, hanya kita yang datang.
Di sudut sana, tegak vas kembang,
nyala lilin yang bergoyang, dan irama
piano tua melantunkan "Ave Maria"

Wajah dalam peti tampak begitu bahagia,
hingga kita mengira dia yang menyambut
walau tanpa kata-kata : "Mari masuk,
sebelum semuanya membusuk!"

Di kiri-kanan, orang-orang bertudung hitam
sibuk bergumam, memainkan rosario,
seperti jemari yang memutar knop radio
: mencari lagu yang tepat bagi saat menanti.

"Kapan kita pulang?" Ajakmu ragu.

2007

Comments

saya suka dengan sajak ini....rimanya duhhhh...lubis....luar biasa..
mantab!!!!
sampe bisa terbawa ke suasana nya ak mas :)

salam kenal ya...

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Joko Pinurbo: Seperti Bermain Bola, Hidup itu Bertekun dan Riang