Tangan yang Menyebalkan

Tangan ini begitu menyebalkan. Seperti bus kota,
dia tak pernah berhenti lama. Setelah meraba uban
di puncak kepala, segera menyusut air mata.

Dan dia masih belum berhenti, jemarinya
kini memungut berbagai imaji : lengan, mata,
telinga, hingga sikat gigi. Dan entah apa lagi.

Sebelum ditemukan yang dicari,
sesuatu yang telah lama pergi;
sebaris puisi untuk kekasihnya.

2007

Comments

ena said…
masih tetep gatel ya, bikin puisi untuk yang udah ilang..
*komentator..hehe^^

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya