Teka Teki Malam

Teka Teki Malam
Aku penari masa lalu, di tanganku
bunga-bunga. Kau bukan bayangan
tapi selalu mengikutiku.

Aku lubang di tengah jalan, kepalaku
besi bersilangan. Kau hendak menyeberang,
aku tak diacuhkan.

Barangkali, yang kecoklatan adalah pintu
belakang. Sebuah stiker: "dilarang masuk"
terpampang miring berwarna kuning. Kau
pura-pura sibuk: mengamati pendar lampu.

Baiklah. Akan kubuat mudah. Aku ibu,
dan kau anak. Aku memegang payung,
kau mengandeng tanganku. Di tengah
malam, siapa peduli pada yang menangis?

Kau garis putih di tengah jalan.
Aku bayang gedung tinggi menjulang.
Di bidang yang mana kita akan bersilangan?

Jangan gaduh. Jangan menuduh.
Ini semacam teka-teki yang hanya bisa
dipecahkan seorang bapak.

2014

Comments

Popular posts from this blog

Menerjemahkan Lirik Lagu REM secara Bebas

Terjemahan Bebas Sajak - Sajak Octavio Paz

Ruang Sastra: Puisi untuk Rohingya